Sabtu, 24 Maret 2012

PPNI JABON

PPNI JABON’S BITE
Rupanya ide untuk pembentukan komisariat dalam RAKERKAB PPNI Sidoarjo di RS Siti Khodijah Sepanjang (25/2) langsung direspon oleh Anggota PPNI wilayah kecamatan Jabon. Para anggota PPNI di wilayah Jabon langsung menggigit (bite:bhs Inggris) dengan membentuk Komisariat Jabon melalui Musyawarah Anggota.
Dalam Musyawarah Anggota PPNI Komisariat Jabon, yang terpilih sebagai  Ketua adalah H. Khoirul Huda yang juga perawat di Puskesmas Jabon. Setelah terpilih maka disusunlah pengurus komisariat PPNI Jabon secara lengkap. PPNI Jabon dulu memang masih bergabung dengan eks Kawedanan porong yang meliputi Porong, Krembung, Tanggulangin dan Jabon sendiri. Karena dirasa memenuhi syarat untuk membentuk komisariat  maka Jabon membentuk Komisariat Sendiri.
Oleh karena itu pada kamis (22/3) susunan kepengurusan Komisariat PPNI Jabon resmi dilantik oleh Ketua Pengurus Kabupaten PPNI Sidoarjo yaitu H. Pujiono, A.Md.Kep, SH, dengan Surat Keputusan Pengurus Kabupaten PPNI Sidoarjo No: 02/35/PPNI/SK/X/2012 untuk periode 2011-2016.
Acara pelantikan yang ditempatkan di ruang pertemuan Puskesmas Jabon berlangsung khidmat dan berjalan lancar. Acara yang dimulai pukul 12.30 WIB dan berakhir pukul 13.40 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Komisariat PPNI Jabon dan Pengurus Kabupaten PPNI Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Ketua Komisariat PPNI Jabon, H. Khoirul Huda mengatakan “ Kita seharusnya sudah bergerak maju sesuai dengan aturan yang ada di PPNI”. Artinya Para perawat harus dioptimalkan perannya dalam pelayanan, pendidikan, pengembangan karir dan kesejahteraannya, kata H. Khoirul Huda yang pernah menjadi Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI)  Tahun 2010 tersebut.
Susunan pengurus Komisariat PPNI Jabon yang dilantik adalah :
Ketua                                    : H. Khoirul Huda
Sekretaris                            : Siti zahrotul
                                                  Khoirul Anam
Bendahara                          : Moh Yusuf Efendi
Wakil Bendahara              : Nur Hayati
Divisi Organisasi, Hukum dan pemberdayaan Politik :
Ketua                                    : Dwi Suko utomo
Anggota                               : Puji Astutik
Divisi Pendidikan dan Pelatihan :
Ketua                                    : Eko Susilo
Anggota                               : Tery Indra K
Divisi Pelayanan Keperawatan :
Ketua                                    : Hj. Minasih
Anggota                               : Asrin Naili M.
Divisi Pengembangan, Kerjasama dan Humas :
Ketua                                    : Anang S.
Anggota                               : Nur Choiriyah
Divisi Kesejahteraan :
Ketua                                    : Iik Faiqotul H.
Anggota                               : Fitriatuz Z.
Dewan Pertimbangan
Ketua                                    : B. Lisgiati
Anggota                               : P. H. Sarpani
                                                 H. Sunarko
Dari susunan kepengurusan Komisariat PPNI Jabon diatas terlihat sudah sangat mewakili semua unsur karena  pengurus  yang ada berasal dari berbagai instansi kesehatan di Jabon maupun anggota yang berdomisili di Jabon.
 “Susunan pengurus ini sudah mengakomodir seluruh jaringan perawat yang ada di Jabon, mudah-mudahan bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan dapat menjembatani kepentingan Perawat di masa mendatang”, kata Perawat yang tinggal di Kedung pandan ini.
Acara pelantikan ditutup dengan doa yang langsung dipimpin  oleh H. Khoirul Huda yangoleh teman-teman  biasa disebut pak Mudin ini
Semaga sukses dan lancar
Selamat Bekerja, Selamat Berorganisasi dan Berdoa

TKHI 2

Menjalankan tugas dan beribadah (tulisan kedua)
Sementara proses seleksi berjalan, yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan propinsi masing-masing, para peserta merasa berharap-harap cemas, apakah saya terpilih atau belum? Kalau pada seleksi dimasa lalu ada yang menunjukkan kelengkapan berkas atau berkas diterima atau tidak dan bahkan scoring masing-masing. Kemungkinan tahun ini langsung pengumuman calon peserta latih TKHI.
Bilamana sudah pada saatnya pengumuman, maka banyak mata yang melihat pengumaman lewat internet atau kadang juga bisa diwakilkan atau juga hanya tanya teman.  Maka akan tampak calon peserta  latih TKHI sesuai dengan embarkasi dan propinsi masing – masing disusul kemudian pengumuman  dari Dinas kesehatan propinsi tentang ketentuan bagi peserta latih.Misalnya harus sudah bawa Buku Kesehatan Jamaah Haji (BKJH), harus sudah bawa Paspor, Bawa Foto 80% wajah (khusus Haji) 24 lembar, atau membawa sertifikat asli yang dilampirkan saat pendaftaran, dan tidak lupa melengkapi Surat perintah perjalanan dinas (SPPD) dari instansi masing-masing yang bisa didownlod dari internet.
Mulailah para calon peserta mengurus kelengkapan tersebut. Para calon peserta mengurus ke Dinas Kesehatan untuk penerbitan surat keterangan petugas haji yang selanjutnya diteruskan ke Kantor Kemenag (Depag) untuk mendapatkan rekomendasi pengurusan paspor dan BKJH. Untuk mendapat paspor peserta datang ke kantor imigrasi dengan membawa KTP, Ijazah SD/SMP/SMA/Akte kelahiran dan rekomendasi. Prosesnya tidak bisa sehari, karena harus ngantri foto identitas dan sidik jari. Minimal 2 X datang, dan biaya sekitar Rp. 300.000,- untuk paspor 48 lembar.
Setelah kelengkapan persyaratan telah selesai tibalah waktunya untuk mengikuti pelatihan TKHI. Pada tahun lalu (2011) ternyata pelatihan integrasi dulu. Pelatihan integrasi adalah pelatihan yang diikuti oleh seluruh petugas haji termasuk didalamnya ada TPHI (ketua kloter), TPIHI (pembimbing ibadah) dan TKHI yang biasanya dilaksanakan di asrama haji selama 10 hari.

Kamis, 15 Maret 2012

TKHI

MENJALANKAN TUGAS dan BERIBADAH
Pendaftaran TKHI   tahun 2012 / 1433 H telah ditutup, namun proses rekrutmen masih berjalan dan belum ada pengumuman calon terpilih untuk mengikuti pelatihan TKHI dan integrasi. proses seleksi tahun ini berbeda dengan tahun – tahun yang lalu. Registrasi online yang dibuka mulai tanggal 27 Pebruari 2012 pukul 24.00 dan berakhir tanggal 5 Maret 2012 pukul 24.00 telah diikuti oleh teman-teman sejawat perawat dan dokter khusunya di kabupaten Sidoarjo yang diperkirakan berjumlah 150 perawat dan 30 dokter tersebut memperebutkan kuota 8 perawat dan 4 dokter.
Banyak cerita tentang pendaftaran TKHI 2012, mulai proses registrasi saja ada teman sejawat perawat yang tidak ingin mencoba; banyak alasan mulai dari tidak bisa melek internet, anak masih kecil, masih muda dan banyak lagi alasan lain. Ada pula yang nekat aja registrasi padahal ada persyaratan yang harus dipenuhi tetapi belum punya/bisa. Ada pula yang nekat registrasi walaupun tidak bisa nge-net dengan menyuruh anaknya, temannya ataupun pula tetangganya. Yang penting ikut registrasi.
Setelah registrasi online dan dicetak kemudian berkas persyaratan dilengkapi mulai dari materai yang berjumlah 5 lembar, tanda tangan atasan, surat ijin suami/orangtua, surat tidak hamil, surat tidak memahrami/dimahrami, surat bersedia ditempatkan sesuai kebutuhan dan sebagainya. Bila sudah lengkap baru dikirim ke PO BOX 6000 surabaya. Bagi yang bekerja di instansi pemerintah bisa langsung dikirim, bagi yang bekerja di instansi non pemerintah / swasta harus mengetahui kepala dinas kesehatan setempat.
Dari proses inilah semua dimulai. Instansi kesehatan boleh menerapkan aturan tentang siapa saja yang boleh mendaftar tetapi harus diketahui leg spesialis derigated leg generalis artinya aturan yang khusus tidak boleh bertentangan dengan aturan umum. Aturan intern instansi kesehatan tidak diperkenankan berbenturan dengan aturan Kementerian kesehatan. Biarlah panitia dari Kemenkes yang menyeleksi berkas bukan instansi yang menyeleksi berkas.
bersambung setelah yang satu ini…………………………………………..

Sabtu, 10 Maret 2012

Perawat RSUD di-Tes ulang

Sebanyak 75 perawat RSUD Sidoarjo kmarin sabtu (10/3) menjalani tes ulang yang dilaksanakan di ruang Hipocrates RSUD. Tes yang dimulai pukul 08.00 berakhir sampai pukul 09.00 WIB.
Tidak semua Perawat yang di-tes ulang, tetapi hanya perawat Non PNS yang mulai bekerja tahun 2007 - 2009. Kabid Keperawatan RSUD Sidoarjo Ibu Sri Wardoyoningsih, SKM, M.M.Kes mengatakan " Tes ini tidak hanya sebagai formalitas, tetapi tes ini sangat menentukan apakah perawat tersebut bisa diperpanjang kontraknya atau tidak?".
Tes ulang ini tidak setiap tahun dilaksanakan, hanya kadang-kadang saja.
Banyak teman-teman perawat yang mengeluh saat mengikuti tes tersebut karena soal yang disajikan 50 ditambah 5 soal esai dengan waktu hanya dalam waktu 1 jam. Tetapi mereka masih berharap hasil tesnya bisa maksimal, sehingga masih diberi kesempatan untuk mengabdi di RSUD Sidoarjo.
Pada kesempatan itu pula tenaga adiministrasi dan tenaga teknik juga mengikuti tes ulang.
Saat ditanya kapan hasil tesnya diumumkan, semua peserta tidak ada yang tahu. yang penting terus saja  menjalankan tugas, kalau memang tidak diperpanjang nanti akan diberitahu.
Setelah tes kemarin semua peserta langsung mengambil perjanjian kontrak tahun 2012 yang berakhir pada 31 Desember 2012.


Jumat, 09 Maret 2012

Acara Rapat kerja Kabupaten PPNI Sidoarjo yang dihadiri Ketua PPNI Jawa Timur Bpk. Achmad Yusuf, S.Kep.Ns, M.Kes (depan paling kanan) didampingi oleh dewan pertimbangaa (wantimbang) Bpk. Slamet R. Dan dr. Edy Tamat  dari Dinkes Sidoarjo  serta jajaran pengurus komisariat se kabupaten Sidoarjo pada acara pembukaan di RS Siti Khodijah Sepanjang.

Kamis, 08 Maret 2012

Penyerahan bendera PPNI
dari Ketua PPNI (H. Pujiono) kepada
Pimpinan Sidang (Hari Sumaryanto)
langsung............. sidang aja.. bosss...










Rabu, 07 Maret 2012

MUSKAB PPNI Kabupaten Sidoarjo telah dilaksanakan tanggal 25 Nopember 2011 di RS Delta Surya Sidoarjo.
Telah terpilih Ketua  PPNI periode 2011-2016 adalah H. Pujiono, A.Md.Kep, SH untuk kedua kalinya.
Semoga lebih maju dan mampu menjembatani kepentingan perawat di Sidoarjo.
Ayo .... kerja    Ayo berorganisasi.... ayo berdoa..